Beragam Cara Merawat Ingatan

Sumber foto: salon.com


Kenangan indah bersama pasangan, keluarga, dan sahabat merupakan sesuatu yang berharga. Semua momen tersebut terekam dan tersimpan dengan baik di dalam otak hingga suatu saat nanti akan dikenang kembali. Karena itu kesehatan otak harus dijaga dan dicegah dari berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit Alzheimer yang mengganggu otak atau demensia (pikun).

Sampai saat ini, penyakit Alzheimer belum ditemukan obat penyembuhnya, obat yang ada hanya mampu memperlambat progresivitas dan mengatasi gejala Alzheimer. Namun, penyakit ini bisa dicegah dengan berbagai cara, Menurut dr. Samino, SpS (K), pembina Alzheimer’s Indonesia (Alzi), “Alzheimer dapat dicegah dengan pola hidup sehat diantaranya olahraga, pola makan, dan pendidikan”. Ia juga menuturkan bahwa pendidikan menjadi penting untuk otak agar terus digunakan. Ada frasa yang sering kita dengar yaitu, “Use it or lose it”.

Dalam sebuah Conference on Nutrition and the Brain disebutkan terdapat 7 pola makan yang dapat menurukan risiko penyakit Alzheimer, antara lain:

  1. Menurunkan asupan lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenuh umumnya ditemukan pada daging dan beberapa jenih minyak seperti, minyak kelapa dan palm. Lemak trans umumnya ditemukan pada cemilan kue-kue dan makanan digoreng/deep-fried.
  2. Sayur-sayuran, legumes (beans, peans, dan lentil) buah-buahan, dan whole-grains harus menjadi makanan utama.
  3. 1 ons dari kacang-kacangan atau biji-bijian per hari dapat memberikan sumber yang sehat dari vitamin E.
  4. sumber vitamin B12 dari makanan atau olahan atau suplemen untuk memenuhi AKG (angka kebutuhan harian= 2,4 mcg per hari) harus menjadi bagian dari pola makan harian.
  5. Ketika memilih suplemen multivitamin, pilih yang tidak mengandung iron atau copper. Hanya berikan suplemen yang mengandung iron jika disarankan oleh dokter.
  1. Sementara peranan alumunium terhadap penyakit Alzheimer masih dalam penelitian, perlu perhatikan untuk menghindari penggunaan alat masak, antasida, baking powder dan produk lain yang dapat mengkontribusikan asupan alumunium harian.
  2. Olahraga secara teratur, kurang lebih yang sama dengan berjalan 40 menit 3 kali seminggu.

Selain pola makan yang diatur, pola hidup sehat seperti olahraga paling sedikit 120 menit seminggu. Sebuah penelitian yang diterbitkan Annals of Internal Medicine menemukan bahwa kelompok individu yang berolahraga pada usia 40-an memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terjadi gangguan ingatan, seperti demensia setelah usia 65 tahun jika dibandingkan dengan kelompok individu yang tidak berolahraga. Penelitian yang sama juga didukung oleh penelitian yang dilakukan di New York pada individu yang berolahraga dan dengan pola makan sehat memiliki penurunan risiko terjadinya Alzheimer sebesar 60%.

“Paradigma penduduk Indonesia kebanyakan memang keliru yang maklum terhadap kepikunan saat sudah berusia lanjut. Padahal hal tersebut tidak benar,” ujar Samino yang merupakan salah satu dari 10 orang pendiri Asosiasi Alzheimer Indonesia (Aazi). Menurutnya banyak anak-anak yang ingin menghormati orang tuanya dengan melarang orang tuanya tidak melakukan apa pun saat usia senja. Padahal hal tersebut tidak diboleh dilakukan dalam prinsip pencegahan penyakit demensia.

Samino menjelaskan, para lansia seharusnya melakukan aktivitas seperti biasa sehari-hari untuk melatih kemampuan kognitif otak. Latihan kognitif berguna untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan memori otak di dalam diri. Latihan ini mencakup seluruh aktivitas untuk melatih kemampuan mental dan juga untuk penalaran. Contoh latihan kognitif seperti belajar bahasa baru, bermain catur, bermain teka-teki silang, bermain sudoku, dan lain-lain.

Dilansir Tempo.co, manajer komunikasi sains di Alzheimer Research UK, Dr Laura Phipps mengatakan, “Studi observasional mengenai latihan kognitif ini tidak dapat menentukan sebab dan akibat, tapi mereka dapat berguna untuk faktor-faktor yang dapat mempengaruhi risiko penurunan memori dan demensia.

Ia juga menambahkah, bukti terbaik menunjukan kita dapat mengurangi risiko demensia dengan gaya hidup sehat, yaitu makan seimbang, diet sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok, menjaga tekanan darah, dan memeriksa berat badan.”

Tulisan ini juga dimuat di Majalah Kanaka untuk tugas Mata Kuliah Produksi Jurnalistik Cetak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s