Yang Boleh Mengukir Hanya Maramo We

Huria Mahasiswa Antropologi (Human) bekerja sama dengan PT. Freeport Indonesia untuk menyelenggarakan acara “Seminar Sharing Session dan Expo Kamoro: Suku dari Pesisir Selatan Papua” pada 21-22 April 2015 di Kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor. (Foto: M. Rasyid Baihaqi)


Setiap hari mereka makan sagu yang dipanen tanpa menanam, mencari hewan air dari sungai dan pesisir, serta berpergian dengan sampan. Kehidupan mereka tidak lepas dari 3S yaitu, sagu, sungai, dan sampan. Mereka berasal dari pesisir selatan Papua dekat dengan Laut Arafura dan bertetangga dengan Suku Asmat dan Suku Sempan. Mereka adalah Suku Kamoro.

Beberapa orang dari Suku Kamoro datang ke Jatinangor untuk memenuhi undangan acara “Seminar Sharing Session dan Expo Kamoro: Suku dari Pesisir Selatan Papua” yang diadakan oleh Departemen Antropologi Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan PT. Freeport Indonesia. Mereka datang tidak dengan tangan kosong tetapi membawa beberapa barang kesenian hasil dari kebudayaannya seperti barang hasil ukiran yang berbentuk buaya dan ikan. Barang-barang tersebut akan dipamerkan selama dua hari pada 21 April 2015 di Lapangan Basket, Bale Santika, Universitas Padjadjaran dan 22 April 2015 di Gerbang Lama, Universitas Padjadjaran.

Waktu telah menunjukan pukul 08.30 WIB. Auditorium Bale Santika, Universitas Padjadjaran sudah dipenuhi para pengunjung yang datang untuk mengikuti seminar sharing session Suku Kamoro. “Kami mengundang Dr. Kalman A. Muller dan Luluk Intarti sebagai pemerhati Suku Kamoro dan Dr. Ira Adriati Winarno sebagai pakar kesenian” ujar Fahmi Akbar, Ketua Pelaksana Seminar Sharing Session dan Expo Kamoro: Suku dari Pesisir Selatan Papua. Selain itu, acara ini juga turut mengundang perwakilan dari setiap Fakultas Universitas Padjadjaran.

Fahmi mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk mengenalkan budaya Suku Kamoro kepada masyarakat luas khususnya mahasiswa Universitas Padjadjaran. Ia berharap setelah mengenal budaya Suku Kamoro nantinya masyarakat bisa melestarikan salah satu kebudayaan Indonesia ini.

Sebelum seminar dimulai, panitia memutarkan film dokumenter tentang kehidupan Suku Kamoro yang dibuat oleh Kalman A. Muller. Film tersebut menceritakan bagaimana kehidupan Suku Kamoro ketika sedang memakan ulat pohon sagu, menggunakan sampan di sungai dan di pesisir pantai, serta mengukir kayu.

Kalman sudah tinggal lebih dari 20 tahun bersama Suku Kamoro. Ia membantu mengembangkan dan melestarikan seni dan budaya Suku Kamoro. “Orang Kamoro dikenal sebagai suku bangsa yang memiliki beragam aktivitas kesenian dalam kehidupan kebudayaannya seperti menari, menyanyi, dan mengukir,” ujarnya.

Uniknya, pembagian kerja Suku Kamoro ditentukan berdasarkan marganya. Misalnya marga Maramo we dikenal sebagai pengukir. Keahlian mengukir Suku Kamoro diajarkan kepada marga Maramo we secara turun-temurun dan hanya keturunan marga Maramo we yang diperbolehkan untuk mengukir.

Jenis dan motif ukiran kayu Suku Kamoro banyak dipengaruhi lingkungan tempat tinggal mereka atau mitos yang dituturkan weaiku, para tetua adat. Setiap jenis ukiran kayu memiliki fungsinya sendiri. Contohnya seperti mbitoro digunakan untuk ritual karapao. Lalu, wemawe digunakan sebagai figur leluhur, yamate dan perisai dengan berbagai guratan motif penuh makna.

“Ciri khas ukiran kayu kami adalah tentang alam yang digambarkan lewat awan putih dan awan kehitaman. Awan putih dan hitam tersebut mempunyai makna kehidupan manusia yang kadang senang dan sedih,” ujar Okto Etapoka, salah satu orang Kamoro yang hadir mengenalkan budaya Suku Kamoro di Jatinangor.

Ketika seminar berlangsung, Kalman juga menjelaskan bahwa ukiran kayu Suku Kamoro selain untuk upacara adat, juga untuk dijual. Seni ukiran Suku Kamoro menjadi ciri khas kebudayaan Suku Kamoro. Namun, karya seni ukir Suku Kamoro kebanyakan dibeli oleh orang luar negeri. ”Kenapa orang Indonesia tidak bisa menghargai ukiran-ukiran atau adat dari Papua?,” ujar pria kelahiran Hungaria ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s