Jatuh Cinta Saat Paling Horor di Dunia

Sumber foto: yahoo.com


Kapanpun bisa jatuh cinta. Kata siapa? Dimanapun bisa jatuh cinta. Kata siapa? Kapan dan dimanapun bisa jatuh cinta, bahkan di waktu dan di tempat yang tidak tepat. Hal ini dibuktikan kisah cinta Ed dan Lorraine Warren dalam film Conjuring 2 (2016) yang mampu bertahan saat sedang mendalami salah satu kasus paling menyeramkan di dunia, The Enfield Poltergeist. Ed dan Lorraine jauh-jauh datang dari Amerika Serikat ke Inggris untuk membantu keluarga Hodgson yang tengah mengalami gangguan supranatural jahat. Namun hebatnya kedua pasangan paranormal kondang ini masih bisa jatuh cinta lewat sebuah lagu dari Elvis Presley yang berjudul “Can’t Help Falling In Love”.

Lagu “Can’t Help Falling in Love” ditulis oleh Hugo Peretti, Luigi Creatore, dan George David Weiss. Alunan melodi lagu ini berasal dari lagu “Plaisir d’amour” yang ditulis oleh Jean-Paul-Égide Martini pada tahun 1741. Lagu ini merupakan salah satu lagu di album Blue Hawaii yang dirilis pada tahun 1961. Di tahun yang sama, musisi dengan julukan The King of Rock and Roll ini juga membuat film musikal yang juga berjudul Blue Hawaii. Album Blue Hawaii bahkan berhasil mencatatkan rekor sebagai album paling populer di Amerika Serikat yang bertahan selama 20 minggu berturut-turut. Rekor ini baru bisa dipecahkan oleh Fleetwood Mac dengan album Rumours pada tahun 1977.

Sebelum dinyanyikan Ed Warren, lagu ini juga lebih dulu mengisi film Coyote Ugly (2000) dan Lilo & Stitch (2002). Selain itu lagu “Can’t Help Falling in Love” juga banyak direkam ulang oleh para musisi salah satunya grup reggae asal inggris, UB40 pada tahun 1993. Selang beberapa tahun, lagu ini kembali direkam ulang oleh A-Teens untuk album EP Pop ‘til You Drop! yang digunakan untuk soundtrack film Lilo & Stitch (2002). Band punk asal inggris, Leatherface juga sempat merilis versi punk lagu ini yang kemudian digunakan di episode terakhir serial Sons of Anarchy.

Film Conjuring 2 (2016) merupakan sebuah film horor garapan sutradara kelahiran Malaysia James Wan. Berbeda dengan film Conjuring (2013) pertama, pada sekuel kedua ini James Wan berhasil menggali lebih dalam karakter Ed dan Lorraine lewat hubungan asmaranya. Kisah cinta dua sejoli ini dapat dilihat sepanjang film dari mulai dialog, gestur, adegan, dan musik khususnya lagu “Can’t Help Falling in Love”. Lagu ini semakin memperkokoh hubungan keduanya di saat situasi dan kondisi sulit dalam cerita tanpa pretensi tertentu.

Sepanjang film penonton bisa merasakan kuatnya hubungan asmara antara Ed dan Lorraine. Selain memang pasangan suami-istri, mereka berdua juga mampu menjaga keromantisan sebuah hubungan dengan alunan lagu merdu nan syahdu berjudul “Can’t Help Falling in Love”. Di tengah urusan hal-hal gaib, Ed sempat menyanyikan lagu ini bersama keempat anak perempuan Hodgson termasuk Janet. Ia menyanyikan lagunya dengan suara bernada rendah ala Elvis Presley sambil bermain gitar tua milik keluarga Hodgson. Suasana yang awalnya tegang pun berubah seketika menjadi lebih tenang dan damai.

Dalam film, musik menjadi salah satu unsur yang mampu memengaruhi suasana dalam sebuah adegan. Misalnya dalam film horor, biasanya ketika ada adegan seram akan muncul musik keras yang membuat kaget penonton. Ataupun dalam film drama, ketika ada adegan sedih biasanya ada musik yang mendramatisir suasana semakin sedih. Musik bahkan mampu membangkitkan imajinasi penonton pada salah satu adegan film ketika mendengarnya di kehidupan sehari-hari. Karena itu musik menjadi bagian penting dalam sebuah medium audio-visual.

Profesor Psikologi Siu-Lan Tan dari Kalamazoo College menjelaskan ada dua jenis musik dalam film, yaitu diegetic music dan nondiegetic music. Pertama, diegetic music adalah unsur musik yang berasal dari dunia fiksi di dalam sebuah film. Musik tersebut dimainkan dan didengarkan oleh karakter di dalam film. Kedua, nondiegetic music adalah kebalikan dari diegetic music yang berarti unsur musik di luar cerita dalam film. Musik sebagai unsur tambahan untuk memperkuat mood dalam film. Kedua jenis musik ini bisa menjelaskan bagaimana peran musik di dalam sebuah film.

Adegan Ed Warren yang menyanyikan lagu “Can’t Help Falling in Love” merupakan contoh diegetic music. Unsur musik dalam adegan ini dinyanyikan langsung oleh karakternya yang berarti lagu ini sudah menjadi salah satu bagian dalam cerita. Bagi yang sudah menonton film ini pasti akan merasakan kembali kehangatan keluarga di tengah ketegangan cerita. Selain adegan Ed bermain gitar, ada satu adegan lagi yang menjadi bagian paling romantis dalam film Conjuring 2. Adegan itu ketika Lorraine memutarkan piringan hitam lagu “Can’t Help Falling in Love” setelah kasus The Enfield Poltergeist berakhir. Ed dan Lorraine kemudian menerjemahkan lirik lagu, “Take my hand, take my whole life too, for I can’t help falling in love with you” dengan adegan yang manis nan romantis di akhir film.

Tulisan ini juga dimuat di website musik Gilanada.com 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s