Numbers: Menikmati Ketidaktahuan

Sumber foto: ishorts.eu


Numbers | 2012 | Durasi: 10 menit | Sutradara: Robert Hloz | Produksi: Hanyang University & FMK UTB | Negara: Korea Selatan | Pemeran: Heejin Jung & Woogun Park

Ada satu hal yang pasti: tidak ada kehidupan yang abadi. Kematian pasti akan datang menghampiri. Namun, tidak ada yang tahu kapan, dimana, dengan siapa, bagaimana kematian itu terjadi. Lantas bagaimana jika ada seseorang yang tahu kapan datangnya kematian?

Numbers karya Robert Hloz bercerita tentang Nick yang memiliki kemampuan untuk melihat berbagai angka di atas kepala setiap orang yang dilihatnya. Angka-angka tersebut terus bertambah dan berkurang tergantung apa yang mereka lakukan. Namun, Nick tidak mengerti makna dari angka-angka yang dilihatnya sampai ia bertemu dengan Mia di sebuah restoran. Perbincangan antara Nick dan Mia pun dimulai.

“Apa polamu?,” pertanyaan tersebut dilontarkan Mia kepada Nick. Kemudian Mia menjelaskan pola adalah keterbatasan dari sebuah penglihatan. Kemampuan melihat angka di atas kepala memiliki ciri khasnya masing-masing. Jika diklasifikasikan ada beberapa pola kemampuan khusus ini. Dari informasi yang dijelaskan Mia, Nick mulai memahami informasi tentang kemampuan yang dimilikinya. Padahal sebelumnya ia mengatakan bahwa tidak ada yang disebut pola.

Mia juga menerangkan kepada Nick tentang kemampuan melihat angka di atas kepala yang dimiliki sebagian orang tersebut tidak diketahui asal-usulnya. Hal tersebut masih menjadi rahasia umum di antara pemilik kemampuan ini. “Aku bisa melihat angka kebohongan orang di kehidupannya,” ujar Mia kepada Nick. Menurut Nick kemampuan tersebut hebat. Dengan tenang Mia menjawab semua pemula memang selau beranggapan baik dengan kemampuannya. Padahal dalam kenyataannya tidak selalu baik.

Kemampuan khusus melihat angka-angka bertebaran di atas kepala ini dapat dipandang positif dan negatif, tergantung bagaimana si pemilik melihatnya. Menurut Mia, semua pemula pada awalnya akan memandang kemampuan ini adalah sesuatu yang positif. Padahal menurutnya tidak juga, ada juga bagian negatifnya. Hal tersebut dijelaskan bagaimana jemunya ia melihat begitu banyak kebohongan setiap orang yang dilihatnya.

Momen ini dapat dilihat sebagai sebuah sindiran manis Mia pada realitas kehidupan. Ia juga mengatakan kepada Nick, “Kamu orang dewasa pertama yang aku temui dengan empat digit angka terkecil, aku kagum”. Secara tidak langsung Mia menyindir orang dewasa yang sering berbohong mungkin termasuk kita. Kemampuan Mia termasuk tipe polygraph, yaitu seseorang yang mampu mengetahui kebohongan dengan melihat angka di atas kepalanya. Sindiran Mia tersebut begitu nyata jika kita bercermin pada diri sendiri mengenai sebuah kebohongan. Pada kenyataannya memang kebohongan dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari.

Di kota yang serba modern, angka dilihat sebagai sebuah data yang pasti dalam menentukan apa pun. Banyak orang yang percaya akan kumpulan angka dalam sebuah data. Kerena apa pun yang dilakukan manusia dapat diperhitungkan. Angka juga memiliki peran penting dalam kehidupan modern yang terlihat dalam semesta film ini. Jumlah angka-angka yang terlihat menandakan sebuah kepastian salah satunya adalah kematian.

 

Mempelajari Kemampuan

Percakapan Nick dan Mia terus berlanjut dengan topik yang tidak berubah, tentang kemampuan khusus mereka. Mia terus bercerita apa yang ia ketahui tentang kemampuan ini. Menurutnya kemampuan terbaik melihat angka adalah tipe Cupid yaitu seseorang dengan kemampuan melihat dua orang yang memiliki angka yang sama. Angka tersebut menandakan bahwa mereka cocok untuk menjalin hubungan. Mia berharap kemampuan ini dapat menjauhkan pasangan dari sebuah perpisahan.

Berbekal kutipan Spiderman “Great power, great responsibility”, seseorang yang memiliki kemampuan hebat juga memiliki tanggung jawab yang juga hebat. Sebagai seorang yang berkemampuan khusus, Mia sadar bahwa ia dapat menggunakan kemampuannya untuk menolong orang. Kesadaran tersebut dapat dilihat dari percakapan Mia dengan Nick, Mia berharap mampu menolong orang dengan kemampuannya walaupun karakter mia terkesan tidak acuh pada lingkungan sekitar.

Kepedulian Mia juga dapat dirasakan penonton lewat cerita yang Mia sampaikan pada Nick. Mia berusaha membantu Nick memahami angka-angka yang dilihatnya dengan menceritakan pengalamannya. Begitu juga dengan pemberian ramen Mia kepada Nick. Hal tersebut karakter Mia yang peduli dengan lingkungan sekitar. Dengan ekspresi wajah kaku, Mia terkesan lebih matang dan dewasa ketimbang Nick dengan gayanya yang sok kenal. Padahal awalnya, Mia sama sekali tidak mengenal Nick.

Film pendek berdurasi sekitar sembilan menit ini mempertontonkan kegelisahan Mia yang memiliki kemampuan khusus. Film-film yang bercerita tentang pahlawan super pasti merasakan kegelisahan yang sama, yaitu krisis identitas. Jati diri seorang manusia kembali diuji ketika ia mendapatkan sebuah kemampuan yang orang lain tidak punya. Hal itu menjadikan dirinya orang yang berbeda dari orang lain. Karena itu sebuah perbedaan bisa menjadi sebuah anugerah ataupun musibah di waktu yang bersamaan.

Mia merupakan seorang perempuan dengan kepedulian dan kegelisahannya dalam satu waktu. Penampilannya juga menggambarkan karakternya yang tenang dan dewasa dengan jaket tebal berwarna perak. Saat berbincang-bincang dengan Nick, ia juga merokok dengan tangan kirinya. Penggunaan tangan kiri juga dapat memberikan tafsir bahwa kegiatan mengisap asap tersebut adalah tindakan buruk. Sejak kecil kita sering diajarkan melakukan hal-hal baik dengan tangan kanan bukan tangan kiri.

Apa yang diceritakan Mia mengenai kemampuan terbaik melihat angka kepada Nick dapat berarti kemampuan yang paling menolong orang. Pada kenyataanya belum lama ini hadir berbagai film pahlawan super dengan kekuatan luar biasa untuk menyelamatkan dunia dari kejahatan seperti Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), X-Men: Apocalypse (2014), dan Captain America: Civil War. Para pahlawan super hadir sebagai penolong dari kejahatan yang menyulitkan publik. Rasa tolong menolong pun tetap hadir pada semesta yang lebih kecil dalam film Numbers. 

 

Menyaksikan Kematian

Disela-sela percakapan, Nick membelikan Mia sebotol bir yang kemudian ia tuangkan ke dalam dua gelas kecil. Kemudian mereka minum bir bersama sebelum kembali melanjutkan percakapan. Setelah itu Nick mengajukan pertanyaan kepada Mia, “Apa tipe kemampuan terburuk? Menurut Mia kemampuan terburuk adalah tipe reaper yaitu kemampuan melihat angka sisa kehidupan seseorang. Setiap tengah malam angka di atas kepala orang terus berkurang. Hal itu menandakan berapa hari sisa orang tersebut untuk hidup.

Kematian adalah sebuah rahasia yang tidak ingin diketahui siapapun. Sebab kematian berarti gerbang perpisahan pada kehidupan. Hal itu yang membuat Mia merasa kemampuan tipe reaper adalah kemampuan terburuk dalam melihat angka. Kematian tidak dapat dihindari meski sang reaper berusaha menyelamatkan seseorang yang beberapa hari lagi akan mati. Berbanding terbaik dengan tipe cupid yang mudah menolong orang, kemampuan ini justru sulit menolong orang yang sedang dalam keadaan genting.

Jika dilihat pada adegan ini, Nick juga menanyakan apa yang bisa dilakukan seorang reaper. Dengan tegas Mia menjawab tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan orang yang sedang sekarat. Nick walaupun seorang pemula, ia juga punya keinginan untuk menolong orang. Hal itu menjadikannya sebagai seorang manusia biasa yang juga punya keinginan untuk menolong. Walaupun ia belum paham sepenuhnya tipe kemampuan apa yang ia miliki.

Nick adalah seorang pria muda dengan kacamata bulat dan jaket hitam tebal. Rambutnya berwarna hitam dan sedikit ikal. Nick digambarkan sebagai seorang pemula dengan keingintahuan yang tinggi. Hal tersebut dapat dilihat di sepanjang film ini dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Nick pada Mia yang lebih berpengalaman darinya. Laiknya seorang pemula, pandangan Nick pada kemampuannya juga selalu positif.

Film pendek ini mengutamakan dialog dalam bercerita. Dialog antara Nick dan Mia sebenarnya hanya seputar kemampuan yang mereka miliki yaitu melihat angka-angka di atas kepala. Angka-angka tersebut menjadi topik bahasan menarik bagi penontonnya yang juga seperti Nick, pemula dalam semesta film Numbers. Kita dibuat bertanya-tanya apa sebenarnya kemampuan yang Nick dan Mia miliki. Robert Hloz berusaha membikin penonton menaruh kepercayaan pada cerita ini dengan dialog kedua pemainnnya.

Robert Hloz memilih latar tempat di sebuah kota modern yang penuh dengan hiruk-pikuk manusia ditemani gemerlap lampu berwarna di setiap bangunan. Malam hari menjadi latar waktu dalam film yang juga turut berperan serta dalam cerita. Pemilihan latar tempat dan waktu tidak hanya sebagai tempelan saja tetapi ikut mendukung alur cerita dalam film bertema fantasi ini.

Menjelang akhir film, Mia sempat mengajarkan Nick cara untuk tidak melihat angka-angka yang selalu muncul di atas kepala. Caranya dengan memejamkan mata dan merasakan kembali mata yang tidak bisa melihat angka-angka seperti sebelumnya. Dengan begitu mereka bisa menikmati ketidaktahuan dengan gembira. Karena ada hal yang tidak perlu diketahui dan biarlah menjadi rahasia termasuk kematian. Rahasia seyogianya membuat hati berdebar hingga menjadi sebuah kejutan kelak.

Tulisan ini juga dimuat di website CC Fikom Unpad.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s