Ilona Ianovska: Belajar Mencintai Indonesia

Sumber foto: Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) Official Trailer


Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) | 2016 | Durasi: 142 Menit | Sutradara: Hanung Bramantyo | Produksi: MD Pictures | Negara: Indonesia | Pemeran: Reza Rahadian, Chelsea Islan, Indah Permatasari, Ernest Prakarsa, Boris Bokir, Panji Pragiwaksono, Dian Nitami, Donny Damara, Cornelio Sunny, Millane Fernandez.

Tiba-tiba seorang gadis berambut merah menyelamatkan Rudy dari rayuan para perempuan yang minta diajari bahasa asing. Gadis itu memotong pembicaraan saat Rudy sedang bercerita tentang ayahnya yang seorang kanibal. Kemudian ia mengatakan ayah Rudy memakan otak pamannya yang berasal dari Polandia, tapi sayangnya paman gadis itu bisu. Jadi Rudy tidak bisa berbahasa Polandia karena ayahnya pun tidak bisa. Dengan spontan Rudy membalas sahutan gadis itu dan segera pergi dari para perempuan yang mengerubunginya.

Rudy dan gadis berambut merah itu pun saling berkenalan satu sama lain. Rudy mengenalkan nama lengkapnya Bacharuddin Jusuf Habibie, mahasiswa Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH). Begitu pun sebaliknya, gadis itu juga memperkenalkan diri dengan melafalkan namanya, Ilona Ianovska dari Polandia dan bekerja sebagai perawat. Sejak itulah kisah Rudy dan Ilona dimulai.

Setelah kesuksesan film Habibie & Ainun (2012) dengan jumlah penonton sekitar 4,5 juta, kisah presiden ketiga Indonesia ini kembali lewat seri keduanya berjudul Rudy Habibie (2016). Film yang ditayangkan menjelang lebaran ini menceritakan kisah perjuangan Habibie muda ketika menempuh pendidikan di Jerman dengan berbagai cerita di dalamnya termasuk kisah cinta Habibie dengan Ilona. Hubungan asmara keduanya bukan fiksi tambahan, melainkan berdasarkan kisah nyata Habibie sebelum bertemu Hasri Ainun Besari.

Ilona Ianovska merupakan seorang gadis Jerman-Polandia yang bisa berbahasa Indonesia. Sejarahnya, ketika Nazi menduduki Polandia, Ilona dan keluarganya terpaksa harus tinggal dalam bunker selama beberapa waktu. Di dalam bunker, ia bertemu dengan seorang perawat yang berasal dari Ambon, Maluku. Perawat tersebut sering bercerita mengenai petulangan panjangnya dari Ambon ke Polandia. Semenjak itu Ilona mencintai budaya Indonesia hingga mampu berbicara dengan bahasa Indonesia.

Dalam film Rudy Habibie, tokoh Ilona Ianovska diperankan dengan baik oleh Chelsea Islan yang beradu peran dengan Reza Rahadian sebagai Rudy Habibie. Chelsea mampu memikat perhatian penonton dengan karakter ilona yang ceria dan perhatian kepada Rudy. Setiap kali Rudy menghadapi masalah, Ilona selalu berusaha menenangkan Rudy yang sering terbawa emosi sesaat. Ia juga seorang tokoh yang fasih berbahasa Indonesia dan Jerman dengan logat Polandia.

Aktris peraih “Actress of The Year” di ajang Indonesian Choice Awards 2016 ini belajar memahami karakter Ilona berdasarkan buku Rudy Habibie karya Gina S. Noer –yang juga menulis skenario film ini bersama Hanung Bramantyo– dan cerita-cerita dari Habibie saja. Berbeda dengan Reza Rahadian yang bisa berkonsultasi langsung dengan Habibie mengenai perannya sebagai Rudy Habibie muda. Selain soal karakter, Chelsea juga menyesuaikan gaya jalan, warna rambut menjadi merah, serta cara berbicara bahasa Indonesia layaknya orang asing dan bahasa Jerman dengan aksen Polandia.

Sosok gadis ceria begitu lekat dengan tokoh Ilona yang menyenangkan dan selalu tersenyum kepada Rudy setiap saat. Sebagai Ilona, Chelsea mampu menebarkan senyuman manis yang memikat hati para penonton dan menatap Rudy dengan hangat dan tajam. Misalnya saat adegan Ilona bercerita kepada Rudy di dapur flatnya tentang para ilmuwan yang terinspirasi dari makanan. Tatapan Chelsea terasa begitu nyata dan penuh kasih kepada Rudy, khususnya sorotan mata Chelsea yang bisa menghidupkan tokoh Ilona.

Selain itu, pelafalan Chelsea ketika berbahasa Indonesia atau bahasa Jerman dengan aksen Polandia pun terasa natural dan tidak berlebihan. Pada acara talkshow Sapa Indonesia Pagi (23/6) di Kompas TV, Chelsea menceritakan pengalamannya belajar bahasa Jerman sambil berlatih peran saat proses reading berlangsung. Karena porsi bahasa Jerman untuk tokoh Ilona hampir sekitar 70% dalam skenario film ini. Ia juga mengatakan, pada saat shooting pun memang ada seseorang yang khusus mengawasi tata bahasa Jerman Chelsea dan Reza agar tetap sesuai.

Ilona dan Indonesia

Kisah kasih Rudy dan Ilona merupakan bagian dramatis yang mampu mengobrak-abrik perasaan penontonnya. Namun kisah ini tidak hanya menarik dalam hal cinta sesama manusia, tetapi juga kecintaannya terhadap Indonesia. Rudy yang lahir dan besar di Indonesia begitu cinta dengan bangsanya walau banyak tantangan yang menghadang. Berbeda dengan Rudy, Ilona bukan warga negara Indonesia tapi ia begitu mencintai Indonesia dengan sepenuh hati yang berawal dari kekagumannya pada perawat dari Ambon.

Jika ada manusia yang saling mencintai salah satu faktornya adalah karena adanya kesamaan. Kesamaan antara Rudy dan Ilona salah satunya adalah kecintaan mereka pada Indonesia. Keduanya mencintai Indonesia tidak hanya sebatas kata, tetapi juga dengan aksi mereka masing-masing. Rudy yang begitu keras kepala ingin membuat seminar pembangunan untuk Indonesia dan ambisinya untuk membangun industri penerbangan di Indonesia. Dua hal itu dilakukan Rudy semata-mata ingin memajukan tanah air, seminar pembangunan yang diinisiasinya bersama PPI Aachen dibuat untuk masa depan Indonesia dengan melibatkan seluruh PPI di Eropa. Begitu juga dengan membangun industri penerbangan, Rudy ingin membangun industri penerbangan agar Indonesia bisa mandiri dalam membuat pesawat terbang untuk digunakan sebagai alat transportasi di Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Aksi Ilona juga terlihat dari hal yang sederhana yaitu pengusaan bahasa Indonesia yang fasih. Dalam film ini, Ilona mampu berbahasa Indonesia dengan baik hingga membuat Rudy kagum padanya. Bahasa Indonesia membuat keduanya dengan mudah menjalin hubungan satu sama lain. Penguasaan bahasa menjadi penting bagi Ilona untuk mengenal lebih jauh budaya Indonesia seperti yang ia katakan pada Rudy di salah satu adegan.

Pertemuan pertama Ilona dan Rudy juga terjadi di sebuah malam pada acara rutin para mahasiswa Indonesia. Malam Indonesia memang digelar sengaja oleh dan untuk para mahasiswa sebagai hiburan untuk warga Indonesia di negara asing. Namun Ilona yang bukan warga Indonesia pun ikut berpartisipasi dan menikmati malam bersama orang-orang Indonesia. Dalam salah satu adegan juga, teman sekamar Ilona, Sofia pernah bilang kalau tempat favorit Ilona adalah tempatnya orang-orang Indonesia.

Ilona juga ada di balik kesuksesan Rudy saat membangun PPI Aachen. Ilona dengan senang hati membantu Rudy, misalnya dengan menyediakan tempat berkumpul untuk Rudy, Ayu, Poltak, Peter, dan Keng Kie saat membicarakan seminar pembangunan. Selain itu, Ilona juga bisa menjadi teman diskusi Rudy dalam menanggapi berbagai persoalan PPI Aachen. Di saat Rudy terbaring lemah karena sakit pun, Ilona berusaha hadir dan menyemangatinya untuk urusan seminar pembangunan yang sedang berlangsung.

Sosok Ilona dengan tersurat menjelaskan tentang bagaimana cara mencintai Indonesia dari hal yang paling sederhana, pengusaaan bahasa Indonesia.

Tulisan ini juga dimuat di website Dipanpers

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s